} -->

Showing posts with label Kritik Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Kritik Ilmiah. Show all posts

ISU LABEL MELABEL AMALAN DENGAN BID'AH

ISU LABEL MELABEL AMALAN DENGAN BID'AH DI ZAMAN SAHABAT, TABI'IN & GENERASI SETELAHNYA

Fiqh Bid'ah : Melabeli Suatu Amalan dengan Bid'ah Tidak Melazimkan Pelakunya Disebut Ahlul Bid'ah / Mubtadi' | Ibrah Khilafiyah Fiqh & Ushul Fiqh Generasi Awal


Nilai Sebuah Kejujuran, Ulasan Debat KUIPs 2.0 & Fiqh Debat

Fiqh Debat | Ulasan Debat KUIPs 2.0 Tentang Wahabiah | Bantahan Terhadap Fitnah Si Mulut Jahat dan Licik Kyai Idrus Ramli (menit ke 48:20)

Oleh : Al-Ustaz Salman Ali
Pendakwah Bebas, Debate Coach at Qatar Debate Foundation

Penilaian Kritis Terhadap Isu Bid'ah & Wahabi

Kritik Ilmiah (Arsip 2010)
PENILAIAN KRITIS TERHADAP ISU BID'AH & WAHABI YANG DIBENTANGKAN USTAZ SAHUL HAMID

Note : Audio ini lebih dikhususkan buat yang sudah pernah melewati ilmu ushul fiqh, mustholahul hadits lanjutan & jarh wa ta'dil.  Tidak cocok untuk awam (kecuali yang mau upgrade keilmuwan).

Oleh : Al-Ustaz Salman Ali


Fiqh dalam melakukan kritik ilmiah | Menjawab isu : sumber hukum Islam ada 12 | Eksploitasi terhadap nukilan perkataan imam syafii bidah ada dua : hasanah dan dholalah | Isu membid'ahkan perkara khilafiyah | Fiqh membedakan antara bid'ah dengan maksiat | Trik licik : Memujmalkan perkara yang seharusnya pada maqom dirincikan dan sebaliknya | Label melabel amalan dengan bid'ah di zaman salafus sholeh | Menghukumi suatu amalan dengan bid'ah tidak melazimkan pelakunya dilabeli mubtadi' | Isu bid'ah yang diketengahkan Ibnu Hajar & An-Nawawy | Penipuan berkedok ilmiah : menukil perkataan seseorang tapi dipahami dengan maksud sendiri sehingga seolah orang yang dinukil perkataannya itu selaras dengan dia | Isu Wahabi, Madzhab dan Tarjih

  رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

TRENDING