} -->

SABAB AL-WURUD, KUNCI MEMAHAMI HADIS NABI SECARA KONTEKSTUAL

Kuliah Ilmu Hadis Untuk Masyarakat Umum

Oleh : Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA - Mufti Negeri Perlis



📘 PENGANTAR

Dalam khazanah keislaman, prinsip “memahami teks sesuai dengan konteksnya” bukanlah hal baru. Kita telah lama mengenal ‘Ilmu Asbabun Nuzul’—sebab-sebab turunnya wahyu—sebagai piranti esensial untuk menafsirkan Al-Qur’an secara tepat. Namun, seringkali kita lupa bahwa sabda dan tindakan Nabi Muhammad SAW juga tidak lahir dari ruang hampa. Setiap hadis memiliki latar, situasi, dan tujuan tertentu yang melatarbelakanginya. Tanpa memahami hal ini, kita berisiko terjebak pada pemahaman yang kaku, parsial, bahkan kontra-produktif terhadap pesan universal Islam.

Lantas, adakah ilmu yang setara dengan Asbabun Nuzul untuk membedah konteks kelahiran sebuah hadis? Jawabannya ada pada ‘Ilmu Sabab Al-Wurud’. Ilmu inilah yang menjadi kunci untuk membuka pintu pemahaman yang lebih dalam, kontekstual, dan penuh hikmah. Melalui kuliah ini, kita akan menyelami konsep Sabab Al-Wurud berdasarkan analisis mendalam dari SS. Dato' Prof. Dr. MAZA. Kita akan menguraikan empat pilar kontekstual — pengucap, audiens, waktu, dan tempat — yang tidak hanya membantu kita memahami apa yang dikatakan Nabi, tetapi juga mengapa dan untuk siapa beliau mengatakannya. Marilah kita melangkah lebih jauh dari sekadar membaca teks, menuju pemahaman yang menghargai konteks, sehingga agama dapat diamalkan dengan lebih bijaksana dan penuh rahmat.


  رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

TRENDING