Sesi Penghujahan :
BID'AH HASANAH, ISTILAH YANG DISALAHPAHAMI
Sesi Penghujahan :
KEISTIMEWAAN BANGSA RUM (ORANG BARAT)
REFORMIS DAN TRADISIONAL, DI MANA KESUDAHANNYA
MANHAJ DAN ADAB PENUNTUT ILMU
NABI ADALAH PENGAJAR DAN BELIAU MENYURUH KITA BELAJAR
HADITS FITNAH & RUWAIBIDHOH
ADAB DALAM BERBEDA PENDAPAT
MENGENAL LEBIH DEKAT NABI KITA MUHAMMAD ﷺ SECARA FISIK DAN AKHLAK
JIHAD DAN REFLEKSI 3 BULAN OPERASI TAUFAN AL-AQSHA
PENYAKIT BERBAHAYA: MENUNGGU-NUNGGU AL-MAHDI
SIAPAKAH AHLUL KITAB
CERAMAH AGAMA, ANTARA LAWAK JENAKA DAN CACI MAKI
EFEK INTERVENSI PENGUASA PADA KHILAFIYAH ULAMA
Kenapa Kitab Muwatta Tidak Termasuk Kitab Hadis Yang Enam
ALLAH JANJIKAN KEMULIAAN PADA KITA DENGAN DAKWAH ILALLAH
APA ITU MURJI'AH
USHUL & FURU DALAM AQIDAH
APAKAH RANTAI SANAD MASIH DIPERLUKAN SAAT INI
Shahibus Samahah Dato Prof. Dr. MAZA
1. Apakah itu sanad? Sanad adalah rangkaian periwayatan dari seorang perawi kepada perawi yang lain sehingga mencapai matan (teks) yang diriwayatkan. Matan tersebut bisa berupa hadis, perkataan sahabat, tabi'in, atau yang lainnya. Tujuan dari sanad adalah untuk menyelidiki sejauh mana kevalidan suatu riwayat. Sanad digunakan untuk menentukan apakah perawi tersebut jujur, apakah terdapat keraguan atau kelemahan dalam hafalannya, atau apakah rangkaian riwayat tersebut terputus yang menunjukkan bahwa para perawi tidak bertemu satu sama lain, yang semuanya ini dapat mempengaruhi nilai suatu riwayat.
Hal ini dikemukakan oleh tokoh besar tabi'in, Muhammad ibn Sirin (wafat tahun 110H):
لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الْإِسْنَادِ، فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ، قَالُوا: سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ، فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ، وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلَا يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ
“Mereka (ahlus sunnah) sebelum itu tidak bertanya tentang sanad, tetapi ketika terjadi fitnah (kesamaran), mereka pun berkata, “Sebutkanlah kepada kami ñama para perawimu.” Apabila dilihat yang menyampaikannya adalah ahlus sunnah maka hadisnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya adalah ahli bid'ah maka hadisnya ditolak.” (Mukaddimah Shahih Muslim, 1/15)
BAHAYA MENORMALISASI LIFESTYLE MENYIMPANG
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَـٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ
Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.